in , ,

Usaha Rendang Ermaneli Berhasil Ekspor ke Jepang dan AS

#image_title

Biasalah.news – Tak tanggung – tanggung, negara yang berhasil dimasuki Ermaneli, pemilik Rendang dengan merek Rendang Uni Lili, diekspor ke Amerika Serikat dan Jepang. Ermaneli mengatakan, usaha Rendang Uni Lili dimulai pada 2016 ketika ia hanya bisa mempekerjakan 3 orang pekerja untuk mengolah rendang.

Saat itu, rendang yang ia hasilkan sering dibagikan oleh putra sulungnya kepada teman-temannya di kampus, tetangga kos, dan dosen tempat ia menimba ilmu. Olahan rendangnya selalu dipuji, sehingga kampus sering menyarankannya untuk membuat lebih banyak rendang untuk dijual di Purwakerto.

Kampus kedokteran tempat putranya belajar juga membantu pemasaran online. “Yah Alhamdulillah dapat respon yang baik, dibilang enak. Memang produk olah kita berbeda dengan yang lain, bumbunya baru dan diolah sesuai kebutuhan untuk resep rendang daging sapi ini,” ucap Ermaneli.

Berkat keuletannya, produk olahan rendangnya mendapat banya orderan. Sejauh ini sudah memiliki 17 karyawan. “17 karyawan saya itu memiliki tugas masing-masing. Ada spesialis mengolah rempah-rempah, lalu khusus memasak rendang,” ungkap Ermaneli. Hingga saat ini, total olahan rendang Uni Lili yang berhasil dieskpor ke berbagai negara mencapai 1.000 kilogram.

Jepang dan AS adalah dua negara yang paling banyak permintaan produk rendangnya. “Alhamdullilah sudah tembus export lewat buyer reseller, perantara pihak ke dua saat di kunjungi di stand kementerian perdagangan dan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) rendang Uni Lili tembus pasar Asia dan Eropa,” katanya.

Baca Juga : Kisah Ermaneli Buka Usaha Rendang Hingga Berhasil Ekspor ke Jepang dan AS

Saat ini produk Rendang Uni Lili telah memiliki izin yang lengkap yaitu mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat higenis Nomor Kontrol Veteriner (NKV), izin edar dari BPOM, hingga sertifikat Standard Nasional Indonesia (SNI) untuk ekspor agar konsumen tidak was-was dalam mengkonsumsi produk makanan dan terhindar dari produk yang mengandung unsur haram.

Sementara varian produk yang ia tawarkan adalah Rendang Daging, Rendang Ayam, Rendang Ikan Tuna, Rendang Sapi Suwir, Rendang ayam suwir, Rendang lokan, Rendang Jengkol, Rendang Pakis, dan bumbu instant mulai dari Bumbu Praktis Rendang Minang, Bumbu Sate, Bumbu Soto Padang, Bumbu Bakar, dan Bumbu Nasi goreng. Saat ini, produk Rendang Uni Lili juga dalam proses pengurusan Customer Prize Indeks (CPI).

“Mudahan CPI dalam waktu dekat sudah keluar,” harapnya.

Dia juga mengatakan, dalam mengolah rendangnya masih sangat tradisional lantaran menjaga cita rasa bumbu rendang yang khas. Rendang Uni Lili dimasak dengan cara tradisional menggunakan kayu bakar kulit manis /Cassivera dengan memakai tungku yang sudah dimodifikasi modern supaya tidak panas, serta debu-debu dan asap tungku kayu tidak menyebar, sehingga produk memiliki rasa yg nikmat dan aroma yang khas rendang minang, dan dalam pengolahannya menggunakan bahan-bahan pilihan yang segar dan berkwalitas yang diantar langsung dari petani disekitar.

Ermaneli menambahkan, dalam satu minggu dia menghabiskan150 kilogram daging. Karena pemasaran produknya di toko e-commerce besar dilakukan secara manual dan online. Diantaranya adalah Shopee, Tokopedia dan Bukalapak, dan Shopee sendiri sudah menjadi star seller yang menonjol dalam hal penjualan.

“Kami berharap ke depan kami bisa terus melebarkan sayap usaha kami. Kami bisa membawa rendang mendunia,” pungkasnya.

Buat Website Mudah dan Cepat 

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Eksekusi Lahan di Minahasa, Warga Ditembaki Gas Air Mata

Tempat Makan Soto Padang di Jakarta yang Wajib Kamu Ketahui